
Apa hubungan sebuah rumah dengan dana?
Ya, tentu saja ada dong! Dana yang kita punya menentukan seberapa bagus rumah yang bisa kita bangun. Kalo orang jawa bilang, "Ono rego, ono rupo" terjemahannya, "Ada harga, ada muka".
Artinya kurang lebih, kalau mau yang bagus, ya harus berani bayar mahal. Kalau tidak bisa bayar mahal, tidak usah berharap dapat yang bagus.
'Rumah' dan 'dana' adalah hal wajar. Tapi ketika ditambahkan kata 'great' alias 'hebat', jadi judul yang menarik. Bagaimana kita bisa mendapatkan sebuah 'rumah yang hebat dengan dana yang ada'. What do you think?
Mungkin buku bisa memberi Anda sedikit gambaran 'alternative' proses yang terjadi pada desain-desain rumah yang ditampilkan. Bagaimana arsitek-nya berusaha mewujudkan kebutuhan pemilik rumah dengan dana yang terbatas.
Yang saya tangkap, kunci utamanya adalah 'kebutuhan'. Ingat, 'kebutuhan' tidak sama dengan 'keinginan'.
Seringkali kita terbawa oleh konsep umum yang belum tentu sesuai kebutuhan kita, yang akibatnya secara tidak sadar, kita lebih memilih memenuhi 'keinginan' daripada 'kebutuhan'.
Pada umumnya, ketika berhadapan dengan pengelolaan dana yang terbatas, kita memilih menghilangkan suatu komponen, atau menggantinya dengan kualitas yang lebih murah. Hal ini sering mengakibatkan pemenuhan kebutuhan kita menjadi tidak optimal.
Saya tidak menyarankan Anda meniru persis, bentuk rumah-rumah yang ditampilkan dalam buku ini. Karena tentunya ada banyak perbedaan dengan kondisi kita. Baik iklim, kebijakan, ketersediaan bahan, harga bahan, ongkos tukang, kemampuan tukang, dan lain-lain.
Ada sekitar 15 desain rumah yang dibahas, lengkap dengan berapa dana yang dikeluarkan untuk pembangunannya. USD 200 per sqft, atau sekitar 2 juta rupiah per sqft mungkin cukup murah untuk ukuran Amerika.
Buku ini bisa menjadi referensi, bagaimana menyiasati keterbatasan dana, dengan pemikiran yang lebih mendalam, mulai dari kebutuhan penghuni, konsep rumah, pemilihan sistem struktur, bahan bangunan, dan lain-lain. Intinya, semua bisa dilakukan dengan lebih cerdas, dengan cara-cara yang kreatif, yang hasilnya bisa memenuhi kebutuhan Anda sebagai penghuni rumah. Sekali lagi, ingat, 'kebutuhan' tidak sama dengan 'keinginan'.
Semoga bermanfaat!
No comments:
Post a Comment